Bukittinggi Komit Majukan LEMKARI
Lemkari Cabang Bukittinggi tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyelenggarakan REKERDA LEMKARI SUMBAR TAHUN 2009. Awal rencana ini digelar memang dari semacang pembicaraan tingkat lobby dengan Dwiyanto KOMTEK Lemkari Bukittinggi. Pucuk di cinta ulam tiba, "ini momen yang sudah kami tunggu" sergab Yanto.
Kegiatan yag dilaksanakan sejak Sabtu tanggal 8 - 9 Agustus mengambil tempat di SMP 3 Bukik Apik Bukittinggi.Tempat ini dipilh selian hawa sejuk View yang ditampilkan sangat memukau, fres dan jauh dari polusi. "Ini merupakan SMP masa depan yang baru diopresionalkan awal Tahun 2009 yll" Dwiyanto menambahkan.
Sebenarnya ini rencana kegiatan yang sudah lama digelar, namun padatnya kegiatan perkaratean yang mengharuskan kita tunda. "Tertunda bukan berarti tidak bisa kita gelar, namun jadwal yang sedikit molor", Ferry Suardi, SH menyampaikan pada Crew KRM.
Senior Lain, seperti Masrafli juga sangat mendukung, beliau ambil posisi sebagai Ketua Penyelenggara, H, Syamral ikut mendanai kegiatan ini yang suskes ujar mere barengan. Drs. Buddi Erwanto mewakili Ketua Umum yang tidak bisa hadir lantaran sakit berkenan mengikuti rangkaian kegiatan sampai sore minggu. "Drs.H. Firdaus Ilyas, MM, menyampaikan dan menugaskan kepada saya agar mendampingi kegiatan ini sampai tuntas" tambah Buddi yang kondisi pada saat itu juga kurang fit kesehatannya.
Hasil yang sangat penting adalah tentang kesejahteraan Sabuk Hitam Lemkari Sumbar, namun itu bukan berarti membicarakan masalah perut saja, beberapa inti penting terutama program tahun 2010 tuntas di kupas.
Mudah-mudahan ini gambaran penting tentang perlunya berbagi baik dalam tugas dan tanggungjawab, serta mau menerima komunitas apa adanya. Setiap kesalahan bukan di abaikan dan jangan pula untuk dipertentangkan, tapi untuk dibahas agar kedepan tidak terulang kembali, setidaknya diperkecil intensitasnya.
Perlu dingat karate (LEMKARI) merupakan komunitas olahraga berskala sosial jadi tidak ada uangnya buat diprebutkan, semuanyta bneranjak dari sosial dan saling mendukung.
(Sumber: Karate Ranah Minang)
04 September 2009
Berita Dari Bukittinggi
Diposting oleh
lemkarigianyar@gmail.com
di
05.18
0
komentar
Olahraga dan Puasa
Bulan Agustus sd. September 2009 ini merupakan bulan pengamalan Sumpah Karate yg ke 5 yaitu "Sanggup Menguasai Diri". Bukan hanya menguasai nafsu emosi/amarah, namun juga nafsu makan/minum serta 'berhubungan'. Khususnya umat Muslim diseluruh dunia, meskipun 'Puasa' juga terdapat pada seluruh ajaran agama manapun didunia.
Puasa dan Olahraga
Berpuasa memang bikin tubuh lemas, tapi jangan sampai hal itu menghalangi seseorang untuk berolahraga. Bahkan orang yang berpuasa dan tetap menjalankan rutinitasnya berolahraga akan memiliki tubuh yang bugar dan metabolisme yang lebih baik.
"Olahraga di bulan puasa memang tidak harus berhenti, bahkan dengan tetap berolahraga ketika puasa, seseorang akan memiliki metabolisme yang lebih baik lagi dibanding mereka yang tidak berolahraga," ujar dr. Diah Syarifah ketika dihubungi detikhealth, Selasa (25/8/2009).
Memang benar seorang yang berpuasa akan merasakan gejala-gejala seperti lemas dan mengantuk karena adanya perubahan waktu makan, minum dan tidur. Hal itu tentunya akan mempengaruhi aktivitas fisik lainnya seperti berolahraga. Tapi jangan salah, olahraga justru akan membuat asupan oksigen ke dalam tubuh lebih banyak lagi sehingga tubuh akan tetap segar dan tidak lemas.
"Yang harus diperhatikan hanya waktu, porsi, jenis olahraga dan kecukupan kalori tubuh saja," tutur Diah. Ia pun menjelaskan tiap orang rata-rata membutuhkan kalori sekitar 1.800-2.000 kalori, tapi tetap disesuaikan dengan aktivitasnya.
Diah menyarankan agar olahraga di bulan puasa cukup yang ringan-ringan saja dengan durasi secukupnya. "Cukup lari-lari kecil, jalan cepat atau yoga selama 15-30 menit," ujarnya.
Olahraga yang mungkin harus dihindari selama bulan puasa adalah berenang, karena adanya kemungkinan air yang masuk ke mulut dan membatalkan puasa. "Sebaiknya menghindari berenang, karena kita nggak bisa jamin nggak ada air yang masuk ke dalam mulut. Bahkan mandi pun sebetulnya makruh (sebaiknya tidak dilakukan..?), karena khawatirnya ada air yang tertelan," ujar Diah.
Waktu berolahraga pun sebaiknya diperhatikan. "Minimal 1-2 jam setelah atau sebelum makan. Nggak masalah mau dilakukan sehabis sahur atau sebelum berbuka, yang penting kuat dan tidak memaksakan diri, terutama mereka yang punya penyakit berat seperti jantung atau stroke," ucap Diah.
Jika dihitung-hitung, setelah makan sahur umumnya makanan baru diproses menjadi energi sekitar 4 jam. Setelah itu energi akan digunakan untuk beraktivitas selama 10 jam ke depan (pukul 08.00 s/d 18.00 WIB), oleh karena itu sebaiknya pintarlah menyiasati waktu berolahraga.
"Olahraga di bulan puasa bukan masalah bagus atau nggak bagus, yang penting kalorinya cukup. Puasa itu sendiri kan proses membersihkan diri dari racun dengan mengistirahatkan lambung dari makanan-makanan yang kurang baik, dan olahraga akan membantu proses pembersihan diri itu," jelas dokter yang biasa melakukan senam sehabis subuh itu.
Tidak salah memang jika puasa disebut sebagai bulan membersihkan diri. Karena selain membersihkan hati dan pikiran, puasa juga membersihkan diri dari makanan-makanan yang tidak baik, dan dengan olahraga proses pembersihan itu bisa lebih lancar. (Sumber:Detik)
Diposting oleh
lemkarigianyar@gmail.com
di
04.48
0
komentar
19 Agustus 2009
Dirgahayu RI Ke 64
Diposting oleh
lemkarigianyar@gmail.com
di
12.58
0
komentar
Label: HUT RI
15 Agustus 2009
Rakerda Lemkari Sumbar 2009
Rapat Kerja Daerah dan Latihan gabungan Sabuk Hitam Lemkari Sumatera Barat berjalan sukses di Bukittinggi. Pelaksanaan kegiatan mulai Sabtu tanggal 8 s/d 9 Agustus 2009 bertempat di SMP 3 Bukittinggi membuahkan beberapa rumusan penting yang intinya kesejahteraan Sabuk Hitam. Lebih kurang ± 75 orang Sabuk Hitam berasal dari Kabupaten/Kota se Sumbar yang menghadiri kegiatan ini mengaku sangat berkesan, atas bulir-bulir penting yang di capai. Rata-rata peserta merupakan pelatih Dojo dan Cabang, namun sangat diplomatis dalam pembahasan sesion demi sesion.
"Materi Sabtu malam seputar organisasi dan kesejahteraan Sabuk Hitam, sementara Minggu pagi dilanjutkan dengan latihan gabungan, Longmars menuju Jam Gadang. Di depan jam Gadang ditampilkan atraksi berupa KATA dan KUMITE yang mampu memukau masyarakat yang lewat di Minggu pagi. Setelah jam 10.00 kembali lagi ke SMP 3, untuk melanjutkan materi Teknis", demikian penuturan Drs. Masrafli selaku Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Umum Lemkari kota Bukittinggi.
Rakerda di buka oleh Drs. Buddi Erwanto, yang mewakili Ketua Umum Drs.H. Firdaus Ilyas, MM yang tidak bisa hadir lantaran sakit. Sementara beberapa senior yang menghadiri kegiatan ini diantaranya Novian Fahlani dan H. Syamral, SH, Nazar Efendi, Dwi Yanto, Ade Matha dan Firma Tanjung.
Ferry Suardi, SH bertindak sebagai moderator menyimpulkan "Salah satu rumusan penting yang dihasilkan berupa program kegiatan ke depan, berupa Kejurwil di Pasaman sekitar Oktober 2009, Kejurwil Lemkari Open Tournamen Nopember akhir 2009 dengan mendatang 2 negara sahabat seperti Brunei dan Malaysia".
Memasuki 2010, berupa Gashuku Sabuk Hitam dan Gashuku Daerah bertempat Den Zipur-2 Prada Sakti, Padang mengatas, Payakumbuh.
Selamat Untuk Lemkari Sumara Barat, Semoga Jaya Selalu Lemkari Indonesia.
Sumber: http://www.karateranahminang.com
Diposting oleh
lemkarigianyar@gmail.com
di
21.16
0
komentar
08 Agustus 2009
Piala Mendagri XIII di Bandar Lampung
Indah Mogia Angkat dan Muhammad Jose Rizal, Minggu (2/8), meraih Piala Mendagri XIII, yang merupakan lambang supremasi tertinggi karateka nasional yunior. Piala Mendiknas II yang merupakan lambang supremasi tertinggi karateka nasional kadet direbut oleh M Rizki dan Tifanny Hadi. Piala Mendagri diperebutkan para karateka yunior (16-17 tahun) yang menjadi juara di kelas mereka masing-masing dalam Kejuaraan Nasional Karate Piala Mendagri XII dan Piala Mendiknas II di Bandar Lampung, Lampung. Para peraih emas di setiap kelas itu diadu untuk mencari karateka terbaik selama kejuaraan berlangsung. Sejumlah karateka senior andalan Indonesia saat ini merupakan peraih Piala Mendagri pada masa lalu. Mereka antara lain Telly Melinda, Puspa Meonk, dan Dony Dharmawan.
Indah yang membela Sumatera Utara mengaku sangat gembira bisa merebut Piala Mendagri dengan mengalahkan rekan satu provinsinya, Kristina (kelas -48 kilogram). "Senang sekali. Ini merupakan hadiah tidak ternilai buat orang-orang yang selama ini mendukung saya, seperti orang tua saya," kata Indah yang merupakan juara di kelas +59 kilogram.
Mengandalkan pukulan, Jose yang membela Lampung berhasil mewujudkan ambisinya meraih Piala Mendagri dengan mengalahkan Rangga asal DKI Jakarta (kelas -56 kilogram) dalam duel final. Ia menjelaskan suksesnya di hadapan suporter tuan rumah tidak lepas dari kegigihan Provinsi Lampung menyiapkan atlet. "Selama sebulan terakhir kami berlatih intensif untukmenghadapi kejurnas ini. Latihan sampia dua kali sehari," ujar Jose (kelas -68 kilogram) yang berlatih karate sejak kelas 4 SD.
M Rizki yang membela Sumut meraih Piala Mendiknas setelah mengalahkan Aqtrie Danasega asal Jawa Barat dalam laga final. Rizki merupakan peraih emas kelas -52 kilogram kadet (14-15 tahun), sedangkan Aqtrie adalah pemenang di kelas -70 kilogram. Tifanny Hadi juga berasal dari Sumut. Pemenang kelas kadet -54 kilogram putri ini menumbangkan Arofi Hadi dari Perguruan Lemkari.
Pada akhir kejuaraan, DKI Jakarta tampil sebagai juara umum dengan 10 emas, 1 perak, dan 9 perunggu. Tim Sumut berada di urutan kedua. Karateka belia provinsi ini mempersembahkan 9 emas, 5 perak, dan 8 perunggu. Jawa Barat melengkapi tiga besar dengan 5 emas, 10 perak, dan 10 perunggu. Tuan rumah Lampung menghuni posisi kesembilan dengan mendapat 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.(sumber:KOMPAS.com)
Diposting oleh
lemkarigianyar@gmail.com
di
19.27
0
komentar

