29 Juni 2009

Parade Photo Gashuku Bali 2009




Parade Photo Gashuku Bali 2009




Gashuku LEMKARI Bali 2009

Gashuku Lemkari Bali Tahun 2009 telah SUKSES dilaksanakan pada tanggal 26 - 28 Juni 2009. Taman Makam Pahlawan Margarana Tabanan telah menjadi saksi kesuksesan LEMKARI BALI dalam menyelenggarakan event tahunan ini. Walaupun bagai ditengah gempuran gelombang lautan yang dahsyat, namun LEMKARI BALI telah membuktikan ketegarannya bagai karang ditengah terjangan gelombang.

Ratusan karateka dari seluruh tingkatan seantero Bali dan puluhan Majelis Sabuk Hitam (MSH) turut serta dalam event Gashuku ini. Berbagai kegiatan telah digelar didalamnya, mulai dari latihan bersama, penyeragaman gerak hingga ujian kenaikan tingkat bagi para Karateka Lemkari.


Gashuku ini juga menjadi 'Kawah Candradimuka' nya para Karateka Lemkari dalam menempa fisik dan mentalnya guna menghadapi tantangan yang akan datang. Laksana para Pahlawan yang telah berjuang hingga tetes darah penghabisan di Margarana ini, para karateka juga dengan semangat nya yang begitu tinggi berlatih dan berjuang pula demi kejayaan Lemkari.


Sorak dan Sorai bergema di Medan Laga Margarana,
Hidup lemkari ... Hidup Lemkari ... Hidup lemkari ... !!! oleh :ian-c

17 Juni 2009

Arti Lambang

Bentuk dan Gambar

Bentuk bulat melambangkan persatuan dan kesatuan yang universal dan memberi arti bahwa olahraga Karate yang dibina Lemkari dilandasi semangat revolusi 17 Agustus 1945 dan Pancasila.
Gambar harimau dalam posisi siap menerkam. Mencerminkan semangat karateka yang siap siaga dan sekali bergerak dapat mengalahkan lawan.

Warna
Putih pada dasar melambangkan kesucian Kuning pada gambar harimau melambangkan keagungan.
Hitam pada tulisan Lemkari melambangkan ketangguhan tekad.
Merah pada bulatan di luar gambar harimau melambangkan keberanian.

Memaknai Sumpah Karate

Sumpah Karate diucapkan saat upacara tradisi Karate, di awal dan akhir latihan. Jika latihan dua kali dalam seminggu, berarti seminggu empat kali mengucap sumpah. Dalam sebulan, berarti enam belas kali mengucap sumpah. Sebagai Karateka, apakah sikap dan tingkah laku kita sudah sesuai dengan sumpah yang kita ucapkan ratusan bahkan ribuan kali selama kita berlatih Karate? Tingkatan sumpah lebih tinggi tanggungjawabnya dari sekedar ikrar dan janji. Sumpah, mudah diucapkan, tapi tak semua orang bisa melaksanakan

Sanggup Memelihara Kepribadian Seorang Karateka berjiwa ksatria, sportif, berbudi pekerti luhur, tidak sombong dan rendah hati

Sanggup Patuh Pada Kejujuran
Seorang Karateka pantang berbohong, jujur pada diri sendiri dan orang lain, sehingga dapat dipercaya semua orang.

Sanggup Mempertinggi Prestasi
Sesuai tingkatan sabuk, seorang Karateka harus dapat meningkatkan kemampuan diri dari segi teknik, fisik dan keilmuan serta filosofi Karate-Do. Bagi para atlet harus rajin berlatih agar mampu meningkatkan prestasi yang sudah diraih.

Sanggup Menjaga Sopan Santun
Karateka adalah figur yang memiliki etika dalam kehidupan sehari-hari, baik di perguruan, pekerjaan dan pergaulan di masyarakat. Menghormati dan menghargai sesama Karateka (yunior, setara dan senior) maupun kepada orang lain. Sebagaimana dinasihatkan Gichin Funakoshi: “Tanpa sopan santun kau tidak akan bisa berlatih Karate-Do. Hal ini tidak hanya berlaku selama latihan saja namun juga dalam hidupmu sehari-hari.”

Sanggup Menguasai Diri
Seorang Karateka yang menjiwai Karate-Do akan mampu mengendalikan emosinya. Lebih memilih menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah daripada kepalan tangan. Selalu menghindari perkelahian daripada menimbulkan masalah apalagi mencederai orang lain. Teknik Karate hanya digunakan saat keadaan benar-benar memaksa dan tak ada jalan lain untuk menghindar.

Gichin Funakoshi mengingatkan; "Untuk mendapat seratus kemenangan dalam seratus pertarungan bukanlah kemampuan yang tertinggi. Untuk menaklukkan lawan tanpa bertarung adalah kemampuan yang tertinggi ".
>>Copas dari berbagai sumber<<